Have you ever searched for words to get you in their heart.. But you don’t know what to say..
And you don’t know where to start.. Have you ever closed your eyes and dreamed that they were there..
And all you can do is wait for that day when they will care..

Thursday, 15 August 2013

hanya sahabat






aku membencimu karena sahabat
tempat kuhentikan semua pinta
kala arus berubah haluan
dan rasa kuasai peran

aku merindumu karena sahabat
pusara seluruh tangis dan duka
kala bersanding sunyi uapkan beban
lahirkan lagi tawa
lahirkan lagi asa

aku merelakanmu karena sahabat
satu batas tak mampu terlangkah
satu nada terbungkam diam
hanya sepercik pinta lalu terlupa

aku
hanya sahabat





300713
04.59 am
*saat mendadak ingin menulis sesuatu, entah memikirkan siapa*


The Hunger Games - Book








Around two months ago, first time I watched The Hunger Games movie.. awalnya karena penasaran sih, banyak orang bilang film itu keren banget.. and I was wondering, what kind of games that Hunger Games, so people very interested about that movie, that book.. and the books, it's trilogy - The Hunger Games, Catching Fire, and Mockingjay..

And after watching the movie, I found myself enchanted by that.. latar belakang cerita yang cukup dark, friendship here, killing people there, with a little star-cross-lover kind.. overall, aku suka banget sama movie-nya, story-nya mudah dimengerti even buat orang-orang yang belum baca bukunya.. kadar love story-nya pas buat bikin greget dan terharu, tanpa ngurangin kesan dark dari film itu..

And then, I started to read the book.. and it enchanted me more and more.. it's been a long time before, aku nemuin satu buah buku yang berhasil bikin aku terjaga semaleman hanya karena nggak sanggup buat nutup buku dan menunda mengetahui cerita selanjutnya seperti apa.. malam-malam panjang dimana aku bergadang, tenggelam dalam sebuah permainan named 'The Hunger Games', tenggelam dalam perjuangan Katniss Everdeen untuk tetap bertahan hidup, dan tenggelam dalam kisah cinta rumit antara Katniss dan Peeta.. although I thought the love-stories in book were a little too much.. I prefer the portion in the movie.. reading Katniss-Peeta love-stories in the book was like watching the 3rd movie of Harry Potter when too many romance acts between Ron and Hermione.. too much it almost killed the excited feeling for adventure, for sure..

But then, 5 stars (of 5) I gave to The Hunger Games book.. karena sudah berhasil membawa aku ke satu dunia baru penuh petualangan, satu dunia yang cuma bisa kita alamin dari membaca buku.. :)

And here is some quotes I've got from the book :













































































dear semesta








































Wednesday, 26 June 2013

Mr. Know It All - Kelly Clarkson







Mr. Know It All
Well ya think you know it all
But ya don't know a thing at all
Ain't it, ain't it something y'all
When somebody tells you something 'bout you
Think that they know you more than you do
So you take it down another pill to swallow

Mr. Bring Me Down
Well ya, ya like to bring me down, don't you?
But I ain't laying down, baby, I ain't goin' down
Can't nobody tell me how it's gonna be
Nobody's gonna make a fool out of me
Baby, you should know that I lead not follow
 
 
Mr. Play Your Games
Only got yourself to blame when you want me back again
But I ain't falling back again
'Cause I'm living my truth without your lies
Let's be clear baby this is goodbye
I ain't coming back tomorrow

Oh you think that you know me, know me
That's why I'm leaving you lonely, lonely
'Cause baby you don't know a thing about me
You don't know a thing about me
You ain't got the right to tell me
When and where to go, no right to tell me
Acting like you own me lately
Yeah baby you don't know a thing about me
You don't know a thing about me
 

So what you've got the world at your feet
And you know everything about everything
But you don't
You still think I'm coming back but baby you'll see yeah...
 

Oh you think that you know me, know me
That's why I'm leaving you lonely, lonely
'Cause baby you don't know a thing about me
You don't know a thing about me
You ain't got the right to tell me
When and where to go, no right to tell me
Acting like you own me lately
Yeah baby you don't know a thing about me
You don't know a thing about me




stuck with this song since one week ago..
well, maybe because I've got news about what some people think about me..
so different than the real me..

so, baby..
you don't know a thing about me..





hey, malam






hey, malam
bolehkah aku sekejap terlena
akan satu percik yang kuyakin maya
meski tersadar kuingin jadikannya nyata

     hey, malam
     bolehkah aku sekejap terjaga
     rasakan segenggam manis tak bertahan
     meski tersadar ingin jadikannya selamanya

hey, malam
tolong jangan bahasakan senyumku dulu
karena yang kuingin hanya hentikan waktu
dan nikmati detik dalam rindu

     tapi, malam
     aku ingin berharap
     bolehkah?





*catatan suatu malam tertanggal 21 Juni 2013, di mobil jemputan




Tuesday, 28 May 2013

Jogja Trip – Back to Bandung




Day 4..
Waktunya mengakhiri liburan dan bersiap kembali ke kenyataan..

Bangun nyubuh buat siap-siap dan kembali packing, kali ini bawaan lebih banyak karena oleh-oleh aku cukup banyak juga. Ransel digendong, tas dijinjing, mari pulaaannnggg..

Berangkat dari rumah saudaranya Mbak Sri jam setengah 7an, soalnya kita pakai kereta jam 8. Pamit, say thank you much, cabut pakai becak, sambil napak tilas dengan K’Santy jalur Bethesda-Tugu yang ternyata emang bener, cukup deket kalo dipake jalan. Yaa... Jalan santai mah palingan juga setengah jam nyampe. Dibandingin kemaren pake Trans Jogja jadinya 1,5 jam. Iya siihhh, sekalian keliling Jogjaaa... Tapi kan ngebego juga di dalam bis takut haltenya kelewatan... Ehehe..

Sekitar jam 8 kurang 5 menit, kereta masuk jalur dan kereta pergi jam 8 teng! Beneran seneng deh dengan pelayanan kereta api yang baru ini. :)

my train is coming..!!

Di gerbong bisnis 1 tempat aku duduk banyak bangeett mas-mas tentara, mungkin hampir setengahnya isinya tentara. Entahlah mereka dari mana atau mau ke mana acara apa, yang pastinya sih sebelah aku dan belakang aku dan agak-agak ke depan itu mas tentara semua. Huee... Agak parno sih, takutnya ternyata lagi ada operasi apa gitu. Ahaha, kebanyakan nonton film seri polisi kali ya, jadi bisa-bisanya kepikiran kayak gitu... :p


see u again next time, Yogyakarta.. :)

mas-mas tentara lagi tidur 'cantik' di pagi hari.. :)

Kerjaan di kereta yaa tidur-bangun-baca novel-tidur lagi. Paling bangun lama pas jam makan siang aja. Sayang nih, kalo siang ga ada menu mie rebus atau mie goreng, padahal kan kebayang enaknya makan mie goreng siang-siang suntuk and panas. Jadi aku pesen nasi goreng, dan K’Santy pesen nasi + beef black pepper. Ditambah teh panas juga buat aku. Yeah, can’t live without caffeine, I guess.

Sampai Bandung sekitar jam 4an. Aku pulang naik taksi karena ga ada yang bisa jemput. K’Santy juga pulang ngangkot aja, bawaan dia ga begitu banyak sih, hehe. And here I am, back to Bandung, back to reality again, and can’t wait for my next vacation – entah kapan. Mari rencanakaaannn... :)



Jogja Trip – Vacation Day 3




Hari ketiga, berhubung Mbak Sri punya acara sendiri, jadinya aku ma K’Santy ngelayap berdua ke daerah Malioboro. Niat dari dulu-dulu sih emang mau menghabiskan hari terakhir di deket-deket Malioboro aja, seperti ke Keraton dan Tamansari.

Berangkat agak siangan, naik Trans Jogja untuk pertama kalinya – keren bangeett fasilitasnya, dan terutama tertib bangeettt. Bayar Rp. 3.000 bisa puas keliling Jogja, mau ganti-ganti bis berapa kalipun, asalkan nggak keluar halte. Kita naik bis 1A yang lewat Jl. Malioboro, turun di halte Malioboro 2 deket Malioboro Mall trus jalan deh. Benernya kaki masih pegel gila bekas nekat mendaki gunung kemaren, tapi mari kita paksakan demi jalan-jalan, hehehe.

di halte Trans Jogja

Tujuan pertama Benteng Vredeburg yang letaknya di ujung Jl. Malioboro. Yah, seperti layaknya museum perjuangan lah ya, isinya peralatan jaman dulu, diorama perjuangan – yang ini mah dioramanya kecil-kecil, kisah tentang perjuangan rakyat Yogyakarta, dan peta Indonesia menurut beberapa perjanjian seperti Perjanjian Linggar Jati tahun 1947, Perjanjian Renville tahun 1948, dan yang sedih waktu Perjanjian KMB tahun 1949 dimana wilayah Indonesia cuma Yogyakarta aja! Seriously?!
me @ Benteng Vredeburg

contoh diorama perjuangan

Indonesia menurut Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Indonesia menurut Perjanjian Linggarjati 25 Maret 1947

Indonesia menurut Perjanjian Renville 17 Januari 1948

Indonesia menurut Perjanjian KMB 27 Desember 1949

Indonesia setelah kembali sebagai NKRI 15 Agustus 1950

Dari situ kita jalan ke Keraton, ngelewatin Monumen Serangan Umum 1 Maret. Di Keraton ternyata rame bangeettt, banyak rombongan mulai dari rombongan anak-anak sampai rombongan ibu-ibu. Duduk dulu di pohon deket aula terbuka soalnya masih rame banget, biasa deh anak kecil recok abis. Dan mengistirahatkan kaki juga secara kerasa pegel-pegel.

Monumen Serangan Umum 1 Maret

Keraton Yogyakarta isi museumnya ya pastinya berhubungan dengan keraton, mulai dari foto-foto berbagai kereta yang pernah dipakai di keraton, sampai lukisan raja Hamengkubuwono I sampai yang sekarang. Ada juga foto-foto lama tentang kegiatan kerajaan di jaman dulu, termasuk upacara-upacara kerajaan.

@ Aula Keraton

Foto Kereta Kerajaan :
1. Kereta Kanjeng Nyai Jimat (1740-1750) ; 2. Kereta Kyai Manik Retno (1815) ; 3. Kereta Kyai Wimanaputro (1850-1860) ; 4. Kereta Kyai Jong Wiyat (1880) ; 5. Kereta Laundawer (1890-1900) ; 6. Kereta Kyai Jatayu (1900-1911) ; 7. Kereta Kyai Kuthokaharjo (1900-1923) ; 8. Kereta Kyai Roto Biru (1901) ; 9. Kereta Bedoyo Permili (1880) ; 10. Kereta Garudayaksa (1867-1869) ; 11. Kereta Kyai Mondrojuwolo (1810-1830)

Keluar Keraton, kita jalan ngelilingin karena penasaran dengan Alun-Alun Selatan yang ada pohon beringin kembarnya tea. Pas lagi jalan ternyata ngelewatin Museum Kareta, jadilah belok dulu. Marii.. kita menjelajah museum, hehehe. Di Museum Kareta, berbagai kereta kuda jaman dulu yang foto-fotonya dipajang di Keraton, wujud aslinya ada di museum ini. Seperti Kareta Kyai Roto Biru yang dipakai jaman Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Kareta Permili yang dibuat tahun 1880. Udah seneng aja aku ma K’Santy foto-foto di koleksi kereta situ.. :)

Kereta-Kereta dengan wujud asli di Museum Kareta

Me, with the white horse.. :p

Dari situ jalan lagi, tetep pengen nyari Alun-Alun Selatan. Tapi entah gimana ujung-ujungnya malah nyasar, ahaha. Masuk kompleks gitu trus nongolnya malah di Jl. Wijilan – pusat gudeg Jogja. Yang nyebelinnya, sinyal GPS K’Santy dan sinyal Google Map aku ngedrop semua, yang bikin kita tambah muter-muter. Akhirnya nanya ke mbak-mbak deh jalan balik ke Malioboro. Duh, keliatan banget turis nyasarnya.. -___-

Sampe Malioboro karena bingung dan pastinya dehidrasi – thanks to panas matahari yang menyengat dan jalan kaki nyasar! – aku mutusin buat makan siang di mall aja, selain juga bingung mau makan di mana. Kalo lesehan Malioboro harganya pasti bakal selangit sih. Haa, dasar anak kota ya, udah kelayapan ke mana-mana juga, ujungnya nge-mall lagi.. :p

Lunch @ Es Teler 77

Abis makan nyari tempat buat duduk-duduk – duduk doang! – nggak ada banget. Sedih ih, secara ngebandingin ma Bandung, di Ciwalk & PVJ pasti ada tempat buat nangkring doang, duduk-duduk istirahatin kaki. Kita jadinya naik ke lantai paling atas, duduk di foodcourt tanpa beli apa-apa, sambil berharap nggak ditegur petugasnya, hehe. Soalnya asli kaki aku udah berasa mau patah banget, pegelnya ampuuunnn.. :(

Sekitar jam 4an, kita mutusin buat jalan ke arah Tugu, sambil ngeliat udah ada angkringan yang buka atau belum. Belagunya aku paginya, pengen stay di Malioboro ampe sekitar jam 7 malem baru pulang, tapi ternyata baru jam 4 aja kaki udah nggak bisa diajak kompromi, dan bodi udah ngantuk berat. Nyari gelang beberapa lagi buat oleh-oleh dan nyari candi ‘pesenan’ Ria – aku pesen pohon kelapa ke dia buat oleh-oleh dari Pangandaran, ahaha. Nyampe daerah Tugu, kembali dipusingkan oleh arah mata angin. Katanya angkringan ada di bagian barat Tugu. Haa~~ ada apa sih dengan orang Jawa, seneng banget maen arah mata angin. “Iya, nanti di perempatan belok ke arah Utara.” , “Di depan belok ke Timur ya..”, dan aku cuma memandang langit dengan bego, ngeliat posisi matahari biar tau mana barat atau timur. Haduh, tinggal di Jogja bisa nyasar terus kalo gini mah.. -___-

Angkringan ternyata belum ada yang buka, dan karena bingung jadinya kita mutusin buat pulang aja, berhubung belum nge-pack juga – ugh, I still hate packing. Kita pulang pakai Trans Jogja trayek 2A yang ternyata jalurnya.. muter bangeeettt!!! Jadi kalo aku liat-liat jalur balik dari daerah Tugu ke RS. Bethesda, halte tempat aku turun adalah : Mangkubumi – Tugu – Malioboro – Taman Pintar – Katamso (Purawisata) – Jl. Sugiono (Jokteng) – Jl. Mentri Supeno (Kotagede) – RS Hidayatullah – Jl. Perintis Kemerdekaan – Ngesigondo – Gedongkuning – Bakutaman – Kusumanegara Timur (Gembira Loka) – Universitas Tamansiswa – Mandala Krida Gayam (Bung Tarjo) – Jl. Dr. Sutomo – Flyover – Kridisono – Stasiun Lempuyangan – RS Bethesda. Total jenderal 1,5 jam perjalanan!! Hwedan, ngelilingnyaaa... Padahal kalo naik becak doang, dari Tugu ke sekitar RS Bethesda cuma 15 menit lho. Itu naik becak!

Nyampe rumah, Mas Catur ternyata udah pulang kerja, dan kita ngobrol-ngobrol. Nggak lama Mbak Sri pulang dari rumah sodaranya dan akhirnya kita ngumpul rame-rame. Mbak Pur nanya kita jadi nggak ke Tamansari, yang dijawab kita sama cengiran. Pas duduk-duduk di Keraton aku ma K’Snty mutusin nggak usah ke Tamansari aja, selain kaki pegel banget, cuacanya juga panas mentereng. Trus Mas Catur cerita soal tradisi malam 1 Suro di Keraton, katanya kalau kita ngelilingin Keraton sebanyak  7 kali tanpa bicara apa yang kita harapkan bakal terkabul. Konon sih... Tapi banyak masyarakat Jogja – dan mungkin sebagian turis juga – ikutan acara itu. Yaa.. seperti mitos kalau kita bisa berjalan melewati pohon beringin kembar di Alun-Alun dengan mata tertutup, apa yang kita harapkan bisa terkabul. Well, hal itu yang sebenernya memicu ‘pencarian’ aku dan K’Santy juga, biarpun berujung nyasar.. ahaha..


Malem itu sempet heboh juga dengan berita adanya ular kobra di halaman tetangga, tapi keburu ngilang dan nyumput. Berhubung Mas Catur adalah ketua RT, jadi setiap ada kejadian pasti ngelapor. Jadi warga situ pada rame malem-malem deh. Agak parno juga secara kita tidur kasur ngegelar di bawah dan posisinya deket jendela. Widiw, ular kobra gitu lho. Tapi katanya warga situ ada beberapa yang merupakan pawang ular, dan mereka berusaha mancing ular itu keluar. Cuma sampai kita-kita mau tidur belum ada info lanjutan kalo ularnya ketemu, jadi deh tidurnya nggak tenang..