Friday, 13 September 2013

puisi terindah





kapan lagi kutulis untukmu
tulisan-tulisan indahku yang dulu
pernah warnai dunia
puisi terindahku hanya untukmu
[Jikustik – Puisi]

  
pas ngedenger lagi lagu ini, jadi tersadar satu hal.. kangen.. kangen sama malam-malam panjang dimana aku menghabiskan waktu merangkai kata untuk ungkapkan rasa di hati.. kangen sama aliran ribuan kata-kata manis menunggu untuk tertulis.. dan terutama kangen sama satu rasa yang bisa menciptakan hal magis seperti itu.. I miss falling into that feeling, yang mampu keluarkan semua sisi kreatif aku ke permukaan.. puisi, cerpen, prosa singkat, apapun.. rasa yang bikin aku mampu menjelma menjadi Katon Bagaskara dalam semalam (well, tetep ga bisa sehebat dia sih ya, hehe..).. dan di satu titik, akhirnya bikin aku kangen sama seseorang.. seseorang yang berhasil ciptakan rasa itu.. seseorang yang berhasil bikin aku jadi pujangga yang memuja malam.. karena dari sang malamlah, lahir tulisan..

hey, I miss you..

  
aku yang pernah engkau kuatkan
aku yang pernah kau bangkitkan
aku yang pernah kau beri rasa